Sabtu, 30 Julai 2011

Ramadhan dan Taubat Kepada Allah

Segala puji bagi Allah, Yang Mengampuni dosa, menerima taubat, sangat berat siksa-Nya, pemilik kekuasaan. Tiada Ilah selain Dia I, kepada-Nya lah tempat kembali. Aku bersaksi bahwa tidak ada Ilah selain Allah I Yang Maha Menerima Taubat lagi Maha Penyayang. Dan Aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan rasul-Nya bersifat sangat penyayang kepada kaum mukminin. Amma ba'du:

Allah I berfirman:

وَتُوبُوا إِلَى اللهِ جَمِيعًا أَيُّهَ الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Dan bertaubatlah kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung. (QS. an-Nuur 31)

Taubat bukan hanya untuk orang yang berdosa lagi melakukan kesalahan saja, bahkan ia berlaku umum di setiap orang beriman yang ingin mendapatkan keberuntungan di dunia dan akhirat.

Maka sesungguhnya di antara kebesaran nikmat Allah I terhadap hamba-Nya bahwa ia menjadikan pintu taubat terbuka bagi orang-orang yang bertaubat, menjadikannya sebagai fajar yang mulai bersamanya perjalanan kepada Allah I dengan hati yang pilu, air mata yang berlinang, keningnya tunduk dan lehernya merendah tunduk.

Dari Abu Musa al-Asy'ari t, dari Nabi r, beliau bersabda:

"Sesungguhnya Allah I membuka tangan-Nya di malam hari agar bertaubat orang yang bersalah di siang hari, dan membuka tangan-Nya di siang hari agar bertaubat orang yang bersalah/berdosa di malam hari, hingga terbit matahari dari sebelah baratnya. (HR. Muslim: 4/2113. 2759).

Dan dari Abu Hurairah t, ia berkata: Rasulullah r bersabda;

"Barangsiapa yang bertaubat sebelum terbitnya matahari dari tempat tenggelamnya nescaya Allah I menerima taubatnya." (HR.Muslim: 4/2703, 2706).

Dan dari Ibnu Umar t, dari Nabi r, beliau bersabda:

"Sesungguhnya Allah I menerima taubat hamba selama ruh belum sampai tenggorokan." HR: Ahmad 3/1532, 1330, at-Tirmidzi: 3537, dan dihasankan oleh al-Albani dalam Shahih at-Targhib 3/218/3143 dan al-Misykaat: 2449, 2343).

Sesungguhnya bulan Ramadhan adalah kesempatan besar untuk bertaubat kepada Allah I, kembali kepada-Nya, dan memperbaharui perjanjian bersama Pencipta-mu, dan janganlah engkau termasuk orang yang tertipu, dan yang demikian bahwa berlalu bulan Ramadhan dan engkau tidak mendapat ampunan –semoga Allah I melindungi kita dari hal itu-.

Dari Jabir bin Samurah t, ia berkata, 'Rasulullah r bersabda:

'Jibril u datang kepadamu dan berkata, 'Wahai Muhammad, barangsiapa yang menemui bulan Ramadhan lalu dia mati dan tidak diampuni baginya, maka dia dimasukkan ke neraka, lalu Allah I menjauhkannya. Bacalah amin. Maka aku membaca 'Amin'." (HR. Ibnu Hibban dalam Shahih-nya, dan at-Thabrani dalam al-Kabir. Lihat: Shahih al-Jami' (70).

Dari Abu Hurairah t, ia berkata, 'Rasulullah r bersabda:

"Merugilah seseorang yang bulan Ramadhan datang kepadanya kemudian pergi sebelum ia mendapat ampunan." (HR. at-Tirmidzi 3545 dan dishahihkan oleh Syaikh al-Albani dalam al-Irwa` (1/36) (6) dan al-Misykah (709).

Inilah bulan Ramadhan, bulan penuh berkah dan kebaikan. Allah I memberinya keutamaan yang banyak, perkara-perkara yang terpuji. Ia adalah bulan al-Qur`an, bulan kebaikan, bulan taubat dan penebus dosa dan kesalahan. Padanya diturunkan rahmat, diangkat derajat, dibukakan pintu-pintu surga padanya, ditutup pintu-pintu neraka, dan dibelenggu syetan-syetan yang nakal.

Dari Abu Hurairah t, ia berkata, 'Rasulullah r bersabda:

"Apabila telah tiba bulan Ramadhan dibukalah pintu-pintu surga, ditutup pintu-pintu neraka, dan syetan-syetan dibelenggu."

Di dalam Shahih Muslim: 'Dibukalah pintu-pintu rahmat, ditutup pintu-pintu neraka jahanam, dan syetan-syetan dibelenggu." (HR. al-Bukhari 1898 dan Muslim 1079).

Maka segeralah taubat dan menuju pulang kepada Allah I sebelum dosa-dosa mematikanmu dan segala maksiat dan kesalahan membinasakanmu. Maka terjagalah dari kelalaianmu, sedarlah dari kelengahanmu. Hari-hari terus berlalu dan semakin lewat. Maka janganlah engkau menjadi orang yang kerugian dengan zuhudmu (tidak punya apa-apa) di surga yang penuh kenikmatan. Segeralah bertaubat dan menyesali terhadap dosa-dosa yang di mana lalu.

Rasulullah r, pemimpin umat yang pertama dan terakhir, sedangkan Allah I telah mengampuni dosanya yang terdahulu dan yang akan datang, tidak pernah berhenti bertaubat kepada Allah I dan meminta ampunan kepada-Nya beberapa kali setiap hari. Dari Abu Hurairah t, dia berkata, 'Aku mendengar Rasulullah r bersabda:

"Demi Allah, sesungguhnya meminta ampun dan bertaubat kepada Allah I dalam sehari lebih dari tujuh puluh kali." (HR. al-Bukhari 6307).

Benar firman Allah swt;

وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلاَّ مَتَاعُ الْغُرُورِ

Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan. (QS. Ali Imran:185)

Sesalilah kesalahanmu di sisi Allah I. Tumpahkanlah air mata dalam bertaubat. Rendahkanlah diri kepada Allah I dan mintalah pengampunan dari-Nya niscaya engkau mendapat-Nya senang denganmu.

Dari Anas t, ia berkata, 'Rasulullah r bersabda:

"Sungguh Allah I lebih senang dengan taubat hamba-Nya saat bertaubat kepada-Nya dari seseorang darimu yang berada di atas tunggangannya di padang pasir, lalu tunggangan hilang darinya, sedangkan di atasnya makanan dan minumannya, lalu ia merasa putus asa darinya. lalu ia mendatangi pohon, berbaring di bawah naungannya, sedangkan dia sudah merasa putus asa untuk mendapatkan tunggangannya. Maka saat dia dalam keadaan seperti itu, tiba-tiba ia (tunggangan) berdiri di sampingnya, ia pun memegang talinya kemudian berkata kerana sangat gembiranya: Ya Allah, Engkau adalah hambaku dan aku adalah rabbmu. Dia salah (berbicara) karena sangat gembiranya."(HR. al-Bukhari 6309 dan Muslim 2747 dan ini adalah lafazhnya).

Janganlah engkau berputus asa dari rahmat Allah I. Ketahuilah, sesungguhnya Allah I, tidak ada dosa yang terlalu besar untuk diampuni-Nya. Dan tidak ada hamba berdosa yang datang kepadanya kecuali Dia I menerima taubatnya, Dia Maha Luas maaf-Nya, banyak ampunan, mengampuni dosa dan menerima taubat. Maha Suci Dia. Rahmat-Nya meluasai segala sesuatu.

Dari Anas t, dia berkata: 'Aku mendengar Rasulullah r bersabda:

"Allah I berfirman, 'Wahai keturunan Adam, sesungguhnya selalu engkau berdoa dan mengharap kepada-Ku nescaya Aku mengampuni segala dosa yang ada padamu dan Aku tidak perduli. Wahai keturunan Adam, jikalau dosamu mencapai puncak langit kemudian engkau meminta ampun kepada-Mu nescaya Aku mengampunimu dan aku tidak perduli. Wahai keturunan Adam, sungguh jika engkau datang dengan kesalahan sepenuh bumi, kemudian engkau menemui Aku dalam kondisi tidak menyekutukan sesuatu dengan-Ku nescaya Aku mendatangimu dengan ampunan sepenuhnya.

(HR. at-Tirmidzi dan dihasankan oleh al-Albani dalam ash-Shahihah (1/249-250) (127) dan al-Misykaah 4336.

Semoga Allah I selalu memberi rahmat dan kesejahteraan kepada nabi kita Muhammad r, keluarga dan sahabatnya.

Jumaat, 29 Julai 2011

Aneka Amal Ketaatan Di Bulan Ramadhan:

Selain puasa yang Allah wajibkan pada bulan Ramadhan ada berbagai amalan yang disunatkan pada bulan ini di antaranya:

  1. Mengkhatamkan Al-Qur’an

Bulan Ramadhan adalah bulan Al-Quran. Pada bulan inilah Al-Qur’an pertama kali turun dari Lauh Mahfuz ke langit dunia sekaliagus. Allah berfirman:

Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeza (antara yang hak dan yang bathil)(al baqarah: 185)

Ibnu Abbas RA berkata; "Nabi (Muhammad SAW) adalah orang yang paling dermawan diantara manusia. Kedermawanannya meningkat saat malaikat Jibril menemuinya setiap malam hingga berakhirnya bulan Ramadhan, lalu Nabi membacakan al-Quran dihadapan Jibril. Pada saat itu kedermawanan Nabi melebihi angin yang berhembus."

Hadith tersebut menganjurkan kepada setiap muslim agar bertadarus al-Quran, dan berkumpul dalam majlis al-Quran dalam bulan Ramadhan. Membaca dan belajar al-Qur'an boleh dilakukan di hadapan orang yang lebih mengerti atau lebih hafal al-Quran. Dianjurkan pula untuk memperbanyak membaca al-Quran di malam hari.

Dalam hadith di atas, mudarasah antara Nabi Muhammad saw dan Malaikat Jibril terjadi pada malam hari, kerana malam tidak terganggu oleh pekerjaan-pekerjaan keseharian. Di malam hari, hati seseorang juga lebih mudah meresapi dan merenungi amalan dan ibadah yang dilakukannya.

  1. Solat tarawih

Rasulullah Saw. bersabda: “Barang siapa yang menghidupkan malam bulan Ramadhan kerana iman dan mengharap pahala dari Allah akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.

Solat tarawih atau qiyam Ramadhan tidak ada batasannya. Sebahagian orang mengira solat tarawih tidak boleh kurang dari 20 rakaat, sebagian lain mengira tidak boleh lebih dari 11 atau 13 rakaat. Ini adalah pendapat keliru yang menyalahi dalil. Hadith-hadith menunjukkan bahwa shalat malam adalah perkara yang luas, tidak ada batasan yang tidak boleh dilanggar. Bahkan ada riwayat yang jelas mengatakan bahwa nabi Saw. pernah solat 11 rakaat, terkadang 13 rakaat atau kurang dari itu. Ketika ditanya tentang solat malam beliau bersabda: “Dua rakaat dua rakaat, jika seseorang di antara kalian bimbang masuknya waktu subuh hendaklah solat satu rakaat witir.”

  1. Memperbanyak doa

Orang yang berpuasa ketika berbuka adalah salah satu orang yang doanya mustajab. Oleh kerananya perbanyaklah berdoa ketika sedang berpuasa terlebih lagi ketika berbuka. Berdoalah untuk kebaikan diri kita, keluarga, bangsa, dan saudara-saudara kita sesama muslim di belahan dunia.

  1. Memberi buka puasa (tafthir shaim)

Hendaknya berusaha untuk selalu memberikan ifthar (berbuka) bagi mereka yang berpuasa walaupun hanya seteguk air ataupun sebutir kurma sebagaimana sabda Rasulullah yang berbunyi:

" Barang siapa yang memberi ifthar (untuk berbuka) orang-orang yang berpuasa maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tanpa dikurangi sedikitpun". (Bukhari Muslim)

  1. Bersedekah

Rasulullah Saw. bersabda: “Sebaik-baik sedekah adalah sedekah pada bulan Ramadhan” (HR. Tirmizi).

Ibnu Abbas RA berkata;

"Nabi (Muhammad SAW) adalah orang yang paling dermawan diantara manusia. Kedermawanannya meningkat saat malaikat Jibril menemuinya setiap malam hingga berakhirnya bulan Ramadhan, lalu Nabi membacakan al-Quran dihadapan Jibril. Pada saat itu kedermawanan Nabi melebihi angin yang berhembus."

Dan pada akhir bulan Ramadhan Allah mewajibkan kepada setiap muslim untuk mengeluarkan zakat fitrah sebagai penyempurna puasa yang dilakukannya.

  1. I’tikaf

I’tikaf adalah berdiam diri di masjid untuk beribadah kepada Allah. I’tikaf disunahkan bagi laki-laki dan perempuan; kerana Rasulullah Saw. selalu beri’tikaf terutama pada sepuluh malam terakhir dan para istrinya juga ikut I’tikaf bersamanya.

Orang yang melaksanakan I’tikaf hendaklah memperbanyak zikir, istigfar, membaca Al-Qur’an, berdoa, shalat sunnah dan lain-lain.

  1. Umrah

Ramadhan adalah waktu terbaik untuk melaksanakan umrah, kerana umroh pada bulan Ramadhan memiliki pahala seperti pahala haji bahkan pahala haji bersama Rasulullah Saw. Beliau bersabda:

Umrah pada bulan Ramadhan seperti haji bersamaku.

  1. Memperbanyak berbuat kebaikan

Bulan Ramadhan adalah peluang emas bagi setiap muslim untuk menambah pahalanya di sisi Allah. Dalam hadith yang diriwayatkan Ibnu Khuzaimah dan Baihaqi dikatakan bahwa amalan sunnah pada bulan Ramadhan bernilai seperti amalan wajib dan amalan wajib senilai 70 amalan wajib di luar Ramadhan. Raihlah setiap peluang untuk berbuat kebaikan ekecil apapun.

Semoga kita termasuk orang-orang yang memanfaatkan momentum Ramadhan untuk merealisasikan ketakwaan diri kita.

Khamis, 28 Julai 2011

Persiapan Menyambut Ramadhan.

Apakah perkara yang harus dipersiapkan menjelang kedatangan tetamu bernama Ramadhan ini?

1) Niat yang sungguh-sungguh

Ketika Ramadhan menjelang banyak orang beramai-ramai pergi ke pasaraya untuk persiapan berpuasa. Mereka juga mempersiapkan dan merencanakan anggaran perbelanjaan untuk bulan tersebut. Namun sedikit dari mereka yang mempersiapkan hati dan niat untuk Ramadhan.

Puluhan kali Ramadhan menghampiri seorang muslim tanpa meninggalkan pengaruh baik dan kesan positif pada dirinya seakan-akan ibadah Ramadhan hanya sekedar ritual belaka. Sekadar untuk menggugurkan kewajiban tanpa menghayati dan meresapi semangat atau ruh ibadah tersebut. jika Ramadhan berlalu dia kembali kepada kondisinya asalnya semula.

Pancakkanlah niat untuk menjadikan Ramadhan kali ini dan selanjutnya sebagai musim untuk menghasilkan berbagai macam kebaikan dan memetik pahala sebanyak-banyaknya. Anggaplah Ramadhan kali ini sebagai Ramadhan terakhir yang kita lalui kerana kita tidak bisa menjamin kita akan bertemu Ramadhan di tahun-tahun berikutnya. Tanamkan tekad yang disertai dengan keikhlasan untuk konsisten dalam beramal saleh dan beribadah pada bulan Ramadhan ini.

Ingat sabda Rasulullah Saw.: “Barangsiapa yang puasa Ramadhan kerana iman dan ikhlas maka Allah akan mengampuni dosanya yang telah lalu.”

2) Bertaubat dengan sungguh-sunguh.

Setiap manusia adalah banyak berdosa dan sebaik-baik orang yang banyak berdosa adalah yang bertaubat”. Demikian sabda Rasulullah saw seperti yang diwartakan Ahmad dan Ibnu Majah.

Ketika seorang hamba tenggelam dalam kelalaian kerana harta benda, anak isteri dan perhiasan dunia lain yang membuat dia lupa kepada tuhannya, tertipu dengan godaan syaitan, dan terjatuh ke dalam berbagai macam bentuk maksiat, datanglah bulan Ramadhan untuk mengingatkannya dari kelalaiannya, mengembalikannya kepada tuhannya, dan mengajaknya kembali memperbaharui taubatnya.

Ramadhan adalah bulan yang sangat layak untuk memperbarui taubat; kerana di dalamnya dilipat gandakan kebaikan, dihapus dan diampuni dosa, dan diangkat darjat. Jika seorang hamba selalu dituntut untuk bertaubat setiap waktu, maka taubat pada bulan Ramadhan ini lebih dituntut lagi; kerana Ramadhan adalah bulan mulia waktu di mana rahmat-rahmat Allah turun ke bumi.

Segeralah bertaubat! Kerana tiada seorang pun dari kita yang bersih dari dosa dan bebas dari maksiat. Pintu taubat selalu terbuka dan Allah senang dan gembira dengan taubat hambanya. Taubat yang sungguh-sungguh atau taubat nasuha adalah dengan meninggalkan maksiat yang dilakukan, menyesali apa yang telah dilakukan, dan berjanji untuk tidak kembali mengulangi maksiat tersebut, dan jika dosa yang dilakukannya berkaitan dengan hak orang lain hendaknya meminta maaf dan kerelaan dari orang tersebut.

3) Mengetahui hal-hal yang berkaitan dengan puasa dan ibadah Ramadhan lain.

Menuntut ilmu wajib setiap muslim” (HR. Ibnu Majah). Ilmu yang Rasulullah saw maksudkan dalam hadith ini adalah ilmu yang berkaitan dengan pelaksanaan ibadah yang Allah wajibkan kepada setiap hamba. Setiap muslim wajib mempelajari ilmu tersebut; kerana sah atau tidaknya ibadah yang dilakukannya tergantung dengan pengetahuannya tersebut.

Seorang yang ingin melakukan solat wajib mengetahui syarat-syarat atau rukun-rukun atau hal-hal yang membatalkan solat dan lain-lainya, agar solatnya sesuai dengan tuntutan agama.

Begitu juga bulan Ramadhan di bulan ini Allah mewajibkan kepada setiap muslim yang mampu untuk berpuasa. Maka sudah menjadi kewajiban setiap muslim untuk membekalkan dirinya dengan hal-hal yang berkaitan dengan syarat-syarat dan rukun-rukun puasa, hal-hal yang membatalkan puasa, hal-hal yang dimakruhkan dan diharuskan dalam puasa, hal-hal yang membatalkan puasa dan lain-lain supaya puasa yang dilakukannya sesuai dengan tuntunan syariah dan perbuatannya tidak sia-sia.

Di samping pengetahuan yang berkenaan dengan puasa, pengetahuan-pengetahuan lain yang berkaitan dengan Ramadhan juga perlu seperti anjuran-anjuran, keutamaan amal yang harus dilakukan dalam Ramadhan dan lain-lain agar setiap muslim dapat mengoptimalkan bulan ini sebaik mungkin.

4) Persiapan fizikal (jasmani).

Menahan diri untuk tidak makan dan minum di siang hari selama sebulan tentu memerlukan kekuatan fisikal yang tidak sedikit. Belum lagi kekuatan yang dituntut untuk menghidupkan malam-malam Ramadhan dengan solat tarawih dan solat sunnah lainnya, ditambah kekuatan untuk memperbanyak membaca Al-Qur’an dan beri’tikaf selama sepuluh hari di akhir Ramadhan.

Kesemua hal ini menuntut kita selalu dalam kesihatan yang sempurna sehingga dapat memanfaatkan Ramadhan dengan optimal dan maksima. Melakukan puasa sunnah pada sebelum Ramadhan adalah salah satu cara melatih diri untuk mempersiapkan dan membiasakan diri menghadapi Ramadhan.

Oleh kerananya Rasulullah saw mencontohkan kepada umatnya bagaimana beliau memperbanyak puasa sunnah pada bulan Sya’ban, sebagaimana yang diwartakan Aisyah: “Aku tidak pernah melihat Rasulullah Saw. berpuasa selama sebulan penuh kecuali pada bulan Ramadhan dan aku tidak pernah melihat beliau berpuasa (sunah) lebih banyak dari bulan Sya’ban.” (Muttafaq Alaih)

Inilah diantara hal-hal yang mesti dipersiapkan untuk menyambut datangnya bulan kesabaran ini.

Ahlan Ya Ramadhan

Segala puji bagi Allah yang menjadikan Ramadhan sebagai penghulu segala bulan dan melipat gandakan pahala kebaikan di dalamnya. Shalawat beserta salam senantiasa dicurahkan kepada Nabi Muhammad saw. yang telah diturunkan Al-Qur’an kepadanya sebagai petunjuk, rahmat, nasihat, dan penyembuh bagi manusia.

Alangkah bahagianya kaum muslimin dengan kedatangan bulan Ramadhan, bulan yang penuh keberkatan, bulan Al-Qur’an, bulan ampunan, bulan kasih sayang, bulan doa, bulan taubat, bulan kesabaran, dan bulan pembebasan dari api neraka. Bulan yang ditunggu-tunggu kedatangannya oleh setiap kaum muslimin.

Bulan yang sebelum kedatangannya, kita sentiasa berdoa kepada Allah: “Ya Allah berkatilah kami pada bulan Rajab dan Sya’ban dan sampaikanlah kami ke bulan Ramadan.” Bulan di mana orang-orang soleh dan para generasi salaf berdoa kepada Allah agar mereka disampaikan ke bulan Ramadhan enam bulan sebelum kedatangannya. Mualla bin al-Fadhl berkata: “Mereka (salaf) selama enam bulan berdoa kepada Allah supaya disampaikan ke bulan Ramadhan, dan berdoa enam bulan selanjutnya agar amalan mereka pada bulan Ramadhan diterima.”

Kenapa mereka begitu bersungguh-sungguh memohon kepada Allah agar disampaikan ke bulan Ramadhan? Mari kita dengarkan sabda Rasulullah Saw. ketika beliau memberitahu para sahabatnya dengan kedatangan bulan Ramadhan:

"Ketika datang malam pertama dari bulan Ramadhan seluruh syaitan dibelenggu, dan seluruh jin diikat. Semua pintu-pintu neraka ditutup, tidak ada satu pintu pun yang terbuka. Semua pintu syurga dibuka hingga tidak ada satu pun pintu yang tertutup. Lalu setiap malam datang seorang yang menyeru: "Wahai orang yang mencari kebaikan kemarilah; wahai orang yang mencari keburukan menyingkirlah. Hanya Allah lah yang bisa menyelamatkan dari api neraka". (H.R.Tirmidzi).

Rasulullah Saw. juga bersabda: “Telah datang kepada kalian bulan Ramadhan, bulan yang diberkati. Allah telah mewajibkan di dalamnya puasa. Pada bulan itu Allah membuka pintu langit, menutup pintu neraka, dan membelenggu syaitan-syaitan. Di dalamnya Allah jadikan satu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Barang siapa yang diharamkan kebaikan malam itu maka ia sungguh telah diharamkan (dari kebaiakan).” (HR. Nasa’i dan Baihaki).

Imam Ibnu Rajab al-Hanbali menyebut: “Haditt ini merupakan dasar dan dalil memberi ucapan selamat yang dilakukan kaum muslimin kepada muslimin lainnya dengan kedatangan bulan Ramadhan, Bagaimana seorang mukmin tidak bergembira dengan dibukanya pintu syurga? Bagaimana seorang mukmin tidak bergembira dengan ditutupnya pintu neraka? Bagaimana orang yang berakal tidak bergembira dengan masa di mana syaitan-syaitan dibelenggu?”

Hendaklah kita juga mencontoh para salaf dengan sentiasa berdoa kepada Allah agar disampaikan ke bulan Ramadhan yang penuh dengan berbagai macam keberkatan dan keutamaan tersebut.

Ramadhan adalah tamu istimewa. Adalah menjadi kewajiban bagi kita sebagai tuan rumah untuk menyambut kedatanganya dengan suka cita dan memuliakannya. Jika ada seorang presiden atau pemimpin negara akan berkunjung ke rumah kita pasti kita akan disibukkan dengan berbagai persiapan untuk menyambutnya. Kita pasti akan mengemaskan dan menghiaskan rumah kita, menyiapkan makanan istimewa dan lain-lain. Ramadhan lebih dari sekadar presiden atau pemimpin tinggi lain atau apa pun saja. Ramadhan adalah anugerah Allah yang luar biasa. Ramadhan adalah kesempatan untuk menyiapkan masa depan kita di dunia dan akhirat; oleh kerananya kita mesti mempersiapkan kehadirannya dengan persiapan yang paling sempurna agar kita mampu meraih gelaran takwa dan mendapat janji Allah iaitu ampunan dan bebas dari api neraka.