Ahad, 19 Februari 2012

Tafsir Ayat Kursi


Segala puji hanya bagi Allah subhanahu wa ta’ala, salawat dan salam semoga tetap tercurahkan kepada baginda Rasulullah salallahu ‘alaihi wa salam, dan aku bersaksi bahwa tiada tuhan yang berhak disembah dengan sebenarnya selain Allah yang Maha Esa dan tiada sekutu bagi -Nya dan aku bersaksi bahawa Muhammad adalah hamba dan utusan -Nya.. Amma Ba’du:

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

قال الله تعالى : ﴿ ª!$# Iw tm»s9Î) žwÎ) uqèd ÓyÕø9$# ãPqs)ø9$# 4 Ÿw ¼çnäè{ù's? ×puZÅ Ÿwur ×PöqtR 4 ¼çm©9 $tB Îû ÏNºuq»yJ¡¡9$# $tBur Îû ÇÚöF{$# 3 `tB #sŒ Ï%©!$# ßìxÿô±o ÿ¼çnyYÏã žwÎ) ¾ÏmÏRøŒÎ*Î/ 4 ãNn=÷ètƒ $tB šú÷üt/ óOÎgƒÏ÷ƒr& $tBur öNßgxÿù=yz ( Ÿwur tbqäÜŠÅsム&äóÓy´Î/ ô`ÏiB ÿ¾ÏmÏJù=Ïã žwÎ) $yJÎ/ uä!$x© 4 yìÅur çmÅöä. ÏNºuq»yJ¡¡9$# uÚöF{$#ur ( Ÿwur ¼çnߊqä«tƒ $uKßgÝàøÿÏm 4 uqèdur Í?yèø9$# ÞOŠÏàyèø9$# ÇËÎÎÈ (البقرة: 255)

“ Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya) tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafaat di sisi Allah tanpa izin-Nya. Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar. (QS. Al-Baqoroh: 255)

Syekh Abdurrahman Al-Sa’di berkata: “Ayat yang mulia ini termasuk ayat yang paling agung dan paling mulia. Sebabnya ia mengandungi perkara-perkara yang besar dan sifat-sifat Allah subhanahu wa ta’ala yang mulia. Banyak hadith yang menjelaskan tentang anjuran membaca ayat ini dan menjadikan sebagai wirid bagi seseorang agar dia boleh membacanya samada pada waktu pagi atau petang, ssebelum tidur dan setelah mengerjakan shalat-shalat wajib”.[1]

Dinamakan dengan ayat kursi karena kata ‘kursi’ disebutkan padanya.

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

(اللّهُ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ)

Ayat ini memberitakan bahawa Allah-lah satu-satunya Tuhan yang berhak mendapat sifat uluhiyah di hadapan seluruh makhluknya. Dia Maha hidup , tidak mati selamanya, yang terus menerus mengurus makhluknya, di antara bentuk kesempurnaan Diri -Nya yang hidup dan terus menerus mengurus yang lain adalah bahwa Dirinya tidak diserang rasa kantuk dan tidur.

Kata “sinah” yang disebutkan di dalam ayat bererti rasa mengantuk. Di dalam shahih Muslim dari Abi Musa berkata: Nabi Muhammad salallahu ‘alaihi wasalam berdiri di tengah-tengah kami dan menyampaikan lima kalimat :

· Sesungguhnya Allah Azza Wa Jalla itu tidak tidur dan tidak layak bagiNya untuk tidur.

· Dia merendahkan timbangan dan mengangkatnya,

· Amalan malam diangkat kepada-Nya sebelum terangkatnya amalan siang.

· Dan mengangkat amalan waktu siang sebelum terangkatnya amalan siang,

· TabirNya terbuat dari cahaya, dan seandainya Dia membukanya maka sinar wajah-Nya akan membakar semua yang terkena pandangan-Nya “. [2]

Firman Allah Azza Wa Jalla:

(لَّهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الأَرْضِ)

Ayat ini memberitahukan bahawa segala sesuatu adalah hambaNya, di dalam kekuasaanNya dan di bawah kekuasaanNya, seperti yang ditegaskan di dalam firman Allah subhanahu wa ta’ala:

قال الله تعالى : ﴿ bÎ) @à2 `tB Îû ÏNºuq»yJ¡¡9$# ÇÚöF{$#ur HwÎ) ÎA#uä Ç`»uH÷q§9$# #Yö7tã ÇÒÌÈ ôs)©9 ÷Lài9|Áômr& öNèd£tãur #ttã ÇÒÍÈ öNßg=ä.ur ÏmÏ?#uä tPöqtƒ ÏpyJ»uŠÉ)ø9$# #·Šösù ÇÒÎÈ (مريم: 93-95)

Tidak ada seorang pun di langit dan di bumi, kecuali akan datang kepada Tuhan Yang Maha Pemurah selaku seorang hamba. Sesungguhnya Allah telah menentukan jumlah mereka dan menghitung mereka dengan hitungan yang teliti. Dan tiap-tiap mereka akan datang kepada Allah pada hari kiamat dengan sendiri-sendiri. (QS. Maryam: 93-95).

Firman Allah Azza Wa Jalla:

(مَن ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلاَّ بِإِذْنِهِ)

Ini adalah kesempurnaan bagi keagungan dan kemuliaan Allah Azza Wa Jalla, dan juga kebesaranNya bahawa tidak ada seorangpun yang mampu menjadi perantara dalam memberikan syafa’at kecuali dengan seizin Allah sebagaimana firman Allah Azza Wa Jalla:

“ Dan mereka tiada memberi syafaat melainkan kepada orang yang diredai Allah, dan mereka itu selalu berhati-hati kerana takut kepadaNya.

(QS. Al-Anbiya’: 28)

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

قال الله تعالى : ﴿ * /x.ur `ÏiB 77n=¨B Îû ÏNºuq»yJ¡¡9$# Ÿw ÓÍ_øóè? öNåkçJyè»xÿx© $º«øx© žwÎ) .`ÏB Ï÷èt/ br& tbsŒù'tƒ ª!$# `yJÏ9 âä!$t±o #ÓyÌötƒur ÇËÏÈ (مريم: 26)

“ Dan berapa banyaknya malaikat di langit, syafaat mereka sedikit pun tidak berguna kecuali sesudah Allah mengizinkan bagi orang yang dikehendaki dan diredhaiNya ”.

(QS. Al-Najm: 26).

Di dalam hadith yang panjang yang menjelaskan tentang masalah syafa’at Rasulullah salallahu ‘alaihi wasalam bersabda:

Maka Dia pun pergi dan mendatangi bawah Arsy. Maka akupun bersujud kepada TuhanKu Azza Wa Jalla. Kemudian Allah subhanahu wa ta’ala membukakan bagiku bahagian tertentu dari kalimat pujian dan pujaan yang indah bagiNya di mana kalimat tersebut tidak pernah terbuka bagi seorangpun sebelumku. Kemudian dikatakan kepadaku: “ Wahai Muhammad ! Angkatlah kepalamu, mintalah nescaya permintaanmu akan dikabulkan, dan mintalah syafa’at maka engkau akan diberikan syafa’at denganmu”. [3]

Firman Allah Azza Wa Jalla:

(يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ)

Ayat ini sebagai dalil bagi keluasan ilmu Allah SWT yang meliputi segala sesuatu baik yang lampau maupun yang akan datang, seperti firman Allah Azza Wa Jalla yang memberitahukan para malaikat:

قال الله تعالى : ﴿ $tBur ãA¨t\tGtR žwÎ) ̍øBr'Î/ y7În/u ( ¼çms9 $tB tû÷üt/ $uZƒÏ÷ƒr& $tBur $oYxÿù=yz $tBur šú÷üt/ y7Ï9ºsŒ 4 $tBur tb%x. y7/u $|Å¡nS ÇÏÍÈ (مريم: 64)

“ Dan tidaklah kami (Jibril) turun, kecuali dengan perintah Tuhanmu. KepunyaanNya lah apa-apa yang ada di hadapan kita, apa-apa yang ada di belakang kita dan apa-apa yang ada di antara keduanya, dan tidaklah Tuhanmu lupa”.

(QS. Maryam: 64).

Firman Allah Azza Wa Jalla:

(وَلاَ يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهِ إِلاَّ بِمَا شَاء)

Ibnu Katsir berkata:

Tidak ada seorangpun yang mengetahui sesuatu apapun dari ilmu Allah kecuali apa yang diajarkanNya, dan boleh jadi maksud ayat ini adalah; Mereka tidak mengetahui sedikitpun dari ilmu yang berhubungan dengan zat Allah dan sifatNya kecuali apa yang dibukakan oleh Allah.

Sama seperti firman Allah subhanahu wa ta’ala:

وَلَا يُحِيطُونَ بِهِ عِلْمًا

“…sedang ilmu mereka tidak dapat meliputi ilmu -Nya.”. (QS. Thaha: 110[4])

Firman Allah Azza Wa Jalla:

(وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضَ)

Diriwayatkan oleh Al-Hakim di dalam kitab Al-Mustadrok dari Ibnu Abbas RA bahwa dia berkata, “Al-Kursi adalah tempat kedua kaki, sementara Al-Arsy tidak seorangpun yang mampu mensifatinya”.[5]

Hal ini menunjukkan kesempurnaan kekuasaan Allah subhanahu wa ta’ala dan keluasan kerajaanNya. Kalau keadaan kursi seperti ini, di mana luasnya melebihi luas seluruh langit dan bumi yang begitu luas dan begitu besar, dan besarnya semua makhluk yang ada padanya, maka alangkah agungnya Arsy tersebut, yang ukurannya lebih besar dari kursi.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

(وَلاَ يَؤُودُهُ حِفْظُهُمَا وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ)

Ertinya tidak memberatkan dan tidak pula melelahkannya untuk menjaga seluruh langit dan bumi serta apa-apa yang ada pada keduanya atau di antara keduanya. Semua itu dijagaNya dengan mudah. Dialah yang memenuhi hajat setiap orang yang berusaha dan Dia Maha Tinggi dengan sebenarnya. Dia di atas ArasyNya yang maha tinggi dengan keperkasaanNya terhadap seluruh makhluk. Dia Maha tinggi dengan dengan kekuasaanNya kerana kesempurnaan sifatNya. Yang maha agung, di mana segala keagungan orang yang besar akan tunduk kalah di hadapan keagunganNya, akan kerdil di bawah ketinggianNya segala kekuasaan raja yang diktator.

Di antara pelajaran yang bisa dipetik dengan ayat ini adalah;

Pertama:

Ayat ini adalah ayat yang paling agung di dalam Al-Qur’an. Banyak riwayat dan nas yang menyebutkan tentang keutamaannya.

Diriwayatkan oleh Muslim di dalam kitab shahihnya dari Ubai bin Ka’ab radhiallhu ‘anhu berkata:

Rasulullah salallahu ‘alaihi wasalam bersabda: “ Wahai Abu Munzir, apakah engkau mengetahui sebuah ayat yang paling agung di dalam Al-Qur’an?. Aku berkata: (اللّهُ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ). Dia berkata: Maka Rasulullah salallahu ‘alaihi wasalam menepuk dadaku dan berkata, “Selamat dengan ilmu yang engkau miliki wahai Abu Munzdir”.[6]

Di riwayatkan oleh Al-Bukhari di dalam kitab shahihnya dari Abi Hurairah radhiallhu ‘anhu berkata:

Rasulullah salallahu ‘alaihi wasalam telah memerintahkan aku untuk menjaga harta zakat bulan ramadhan. Lalu datanglah seseorang kepadaku, maka diapun mengambil makanan itu. Maka akupun menangkapnya. Lalu aku berkata kepadanya: Aku akan mengadukan dirimu kepada Rasulullah salallahu ‘alaihi wasalam. Abu Hurairah radhiallhu ‘anhu menyebutkan sebuah hadith. Lalu orang itu berkata: Apabila engkau hendak tidur pada tempat tidurmu maka hendaklah engkau membaca ayat kursi, sebab sentiasa ada yang akan diutus untuk menjagamu dan syaitan tidak akan mendekatimu sehingga waktu pagi.

Maka Nabi Muhammad salallahu ‘alaihi wasalam bersabda, “Dia telah berkata jujur kepadamu padahal dia adalah pembohong besar. Itulah syaitan”.[7]

Kedua:

Luasnya ilmu Allah dan meliputi segala sesuatu. Dia mengetahui apa yang telah terjadi dan akan terjadi dan apa yang belum terjadi dan seandainya terjadi Dia mengetahui bagaimana kejadiannya.

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

قال الله تعالى : ﴿ * ¼çnyYÏãur ßxÏ?$xÿtB É=øtóø9$# Ÿw !$ygßJn=÷ètƒ žwÎ) uqèd 4 ÞOn=÷ètƒur $tB Îû ÎhŽy9ø9$# ̍óst7ø9$#ur 4 $tBur äÝà)ó¡n@ `ÏB >ps%uur žwÎ) $ygßJn=÷ètƒ Ÿwur 7p¬6ym Îû ÏM»yJè=àß ÇÚöF{$# Ÿwur 5=ôÛu Ÿwur C§Î/$tƒ žwÎ) Îû 5=»tGÏ. &ûüÎ7B ÇÎÒÈ (الأنعام: 64)

“ Dan pada sisi Allahlah kunci-kunci semua yang ghaib; tak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji pun dalam kegelapan bumi dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lohmahfuz).

(QS. Al-An’am: 59)

Ketiga:

Keagungan dan keluasan kekuasaan Allah. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

قال الله تعالى : ﴿ $tBur (#râys% ©!$# ¨,ym ¾ÍnÍôs% ÞÚöF{$#ur $YèÏJy_ ¼çmçGŸÒö6s% tPöqtƒ ÏpyJ»uŠÉ)ø9$# ÝVºuq»yJ¡¡9$#ur 7M»­ƒÈqôÜtB ¾ÏmÏYŠÏJuÎ 4 ¼çmoY»ysö7ß 4n?»yès?ur $£Jtã šcqä.ÎŽô³ç ÇÏÐÈ ﴾ (الزمر: 67)

“ Dan mereka tidak mengagungkan Allah dengan pengagungan yang semestinya padahal bumi seluruhnya dalam genggaman -Nya pada hari kiamat dan langit digulung dengan tangan kanan -Nya. Maha Suci Tuhan dan Maha Tinggi Dia dari apa yang mereka persekutukan.

(QS. Al-Zumar: 67).

Keempat:

Allah subhanahu wa ta’ala tidak merasa lelah dan letih menjaga seluruh langit dan bumi, bahkan hal itu adalah perkara yang mudah dan enteng bagi -Nya.

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

قال الله تعالى : ﴿ * ¨bÎ) ©!$# ہšôJムÏNºuq»yJ¡¡9$# uÚöF{$#ur br& Ÿwrâs? 4 ûÈõs9ur !$tGs9#y ÷bÎ) $yJßgs3|¡øBr& ô`ÏB 7tnr& .`ÏiB ÿ¾ÍnÏ÷èt/ 4 ¼çm¯RÎ) tb%x. $¸JŠÎ=ym #Yqàÿxî ÇÍÊÈ ﴾ (الزمر: 67)

“ Sesungguhnya Allah menahan langit dan bumi supaya jangan lenyap; dan sesungguh jika keduanya akan lenyap tidak ada seorang pun yang dapat menahan keduanya selain Allah. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun.

(QS. Fathir: 41)

Segala puji bagi Allah subhanahu wa ta’ala Tuhan semesta alam, semoga salawat dan salam tetap tercurahkan kepada Nabi kita Muhammad salallahu ‘alaihi wasalam dan kepada keluarga, sahabat serta seluruh pengikut beliau.



[1] Tafsir Ibnu Sa’di: halaman: 112

[2] Shahih Muslim: no: 179

[3] Al-Bukhari: no: 4712 dan Muslim: no: 194

[4] Tafsir Ibnu Katsir: 1/309

[5] Al-Hakim di dalam kitab Al-mustadrok 2/310 no: 3116 dan dia berkata: Shahih dengan syarat as-shahihaini namun mereka berdua tidak mengeluarkan hadits ini, dan dishahihkan oleh syekh Mukbil Al-Wadi’I di dalam takhrij hadits-hadits yang terdapat di dalam kitab Ibnu Katsir: 1/571 dan dikeluarkan oleh Al-Dzahabi di dalam kitab Al-Uluw dan dishahihkan oleh Albani di dalam kitab mukhtashar Al-Uluw

[6] HR. Muslim no: 810

[7] HR. Al-bukhari: no: 3275

Rabu, 15 Februari 2012

Penawar Sifat Sabar

Allah swt yang menyuruh kita bersabar sebenarnya telah menyediakan jalan yang membawa kita boleh memiliki sifat sabar. Demikianlah peraturan alam yang menjadikan setiap penyakit itu ada ubatnya. Jika diambil ubat yang betul dengan cara yang betul, pasti kita menemui penawarnya.

Sabar, sekalipun berat untuk ditanggung jiwa namun ianya bukanlah sesuatu yang mustahil. Rawatan Islamnya seperti biasa adalah gabungan ilmu dan amal. Asas ilmu dalam hal ini iaitu menyedari bahawa setiap yang disuruh Allah swt itu pasti ada kebaikan, manfaat, kesempurnaan dan kebahagian. Perkara yang dilarang pula pasti ada kejahatan, mudarat dan kekurangan. Asas ilmu ini cukup efektif dalam rawatan ini terutama jika disokong oleh semangat tinggi, keazaman jitu dan jati diri harga kemanusiaan yang mulia.

Hakikat sabar adalah “ kejayaan kehendak akal dan agama mengalahkan kehendak hawa nafsu.”

Maka memiliki sifat sabar bermula dengan mengekang kekuasaan dan kerakusan hawa nafsu. Berikut beberapa langkah berkesan ke arah itu;

1. Mengurangkan kadar pengambilan makanan atau terus berpuasa.

2. Mengawal pandangan mata dari perkara haram dan syahwat.

3. Menjauhi hiburan haram sebaiknya hiburkanlah diri dengan perkara halal.

4. Memikirkan kerosakan dunia dari melepaskan kemarahan tanpa sabar.

5. Membayangkan buruknya rupa melayan kehendak jahat tanpa kekangan sabar ini.

Langkah seterusnya ialah memperteguhkan penguasaan akal dan agama di dalam diri.

Berikut langkah-langkahnya;

1- Mengagungkan Allh swt yang sentiasa melihat, mendengar dan memerhati tingkah laku kita.

2- Kasihkan Allah swt yang dibuktikan dengan mematuhi dan menjunjung mulia segala perintahnya.

3- Mengenang nikmat dan ihsan Allah yang patut disyukuri.

4- Beringat dengan murka dan hukuman Allah swt yang tidak terdaya untuk ditahan.

5- Ingatkan penyesalan yang bakal menimpa dengan sebab maksiat iaitu kehilangan dan kerugiang terlepasnya kebaikan dunia dan akhirat.

6- Sedarilah bahawa mengalahkan syaitan dan menundukkan hawa nafsu adalah suatu kemanisan dan keseronokan yang luar biasa.

7- Kenanglah gantian yang dijanjikan Allah swt dengan sebab meninggalkan maksiat. Allah swt bakal gantikan maksiat yang ditinggal dengan kelazatan yang jauh lebih hebat.

8- Carilah kelebihan dan keistimewaan untuk bersama Allah swt yang disebut dalam firmanNya;

â ¨bÎ) ©!$# yìtB šúïÎŽÉ9»¢Á9$# á [الأنفال: 46]

“Sesungguhnya Allah swt bersama dengan orang-orang yang bersabar ”

Rawatan Nabawi Di Saat Kesedihan


1- كان يقولُ عند الكرب: «لَا إلهَ إلَّا اللهُ العَظِيمُ الحَلِيمُ, لَا إلهَ إلَّا اللهُ رَبُّ العَرْشِ العَظِيمُ, لَا إلهَ إلَّا اللهُ رَبُّ السَّمَاواتِ السَّبْعِ, ورَبُّ الأرضِ رَبُّ العَرْشِ الكَرِيمُ» [ق].


Ketika kesusahan baginda menyebut :


«لَا إلهَ إلَّا اللهُ العَظِيمُ الحَلِيمُ, لَا إلهَ إلَّا اللهُ رَبُّ العَرْشِ العَظِيمُ, لَا إلهَ إلَّا اللهُ رَبُّ السَّمَاواتِ السَّبْعِ, ورَبُّ الأرضِ رَبُّ العَرْشِ الكَرِيمُ»


HR Bukhari dan Muslim.



2- وكان إذا حَزَبَه أمر قال: «يا حَيُّ يا قَيُّومُ بِرَحْمَتِكَ أستَغيثُ» [ت]، وقال: «دَعَواتُ المَكْرُوبِ: اللَّهُمَّ رَحمَتَكَ أَرجُو؛ فَلَا تَكِلْنِي إلَى نَفْسِي طَرْفَةَ عَيْنٍ, وأصْلِحْ لِي شَأنِي كُلَّهُ, لَا إلهَ إلَّا أَنْتَ» [د].

«وكان إِذَا حَزَبَه أَمْرٌ صَلَّى» [د].



Apabila baginda saw terganggu urusannya ( kerunsingan ) baginda saw menyebut :


«يا حَيُّ يا قَيُّومُ بِرَحْمَتِكَ أستَغيثُ»


HR Tirmizi.



Juga baginda saw membaca doa orang kesusahan iaitu ;



اللَّهُمَّ رَحمَتَكَ أَرجُو؛ فَلَا تَكِلْنِي إلَى نَفْسِي طَرْفَةَ عَيْنٍ, وأصْلِحْ لِي شَأنِي كُلَّهُ, لَا إلهَ إلَّا أَنْتَ»



HR Abu Dawud.



Juga “ Apabila Rasulullah saw ditimpa kesusahan, baginda akan sembahyang.


HR Abu Dawud.



3- وقال: «ما أصابَ عَبْدًا هَمٌّ ولَا حَزنٌ فَقَالَ: اللَّهُمَّ إِنِّي عَبْدُكَ, ابنُ عَبْدِكَ, ابْنُ أمتك, نَاصِيَتِي بِيَدِكَ, مَاضٍ فِيَّ حكْمُكَ, عَدْلٌ فيَّ قَضَاؤُكَ, أَسْأَلُكَ بِكُلِّ اسْمٍ هُوَ لَكَ, سَمِّيْتَ بِهِ نَفْسَكَ, أَوْ أَنْزَلْتَه في كِتَابِكَ, أو عَلَّمْتَهُ أَحَدًا مِنْ خَلْقِك, أو اسْتأثَرتَ بِهِ في عِلْمِ الغَيْبِ عِنْدَكَ: أَنْ تَجْعَلَ القُرآنَ العَظِيمَ رَبيعَ قَلبي, وَنُورَ صَدْرِي, وجلاءَ حُزْنِي, وذهابَ هَمِّي إلَّا أَذْهَبَ اللهُ حُزْنَهُ وَهَمَّه, وأبْدَلَهُ مَكَانَهُ فَرَحًا» [حم].


Sabda Rasulullah saw :


Tiada sesuatu kesusahan atau kesedihan menimpa seseorang hamba lalu dia menyebut :



اللَّهُمَّ إِنِّي عَبْدُكَ, ابنُ عَبْدِكَ, ابْنُ أمتك, نَاصِيَتِي بِيَدِكَ, مَاضٍ فِيَّ حكْمُكَ, عَدْلٌ فيَّ قَضَاؤُكَ, أَسْأَلُكَ بِكُلِّ اسْمٍ هُوَ لَكَ, سَمِّيْتَ بِهِ نَفْسَكَ, أَوْ أَنْزَلْتَه في كِتَابِكَ, أو عَلَّمْتَهُ أَحَدًا مِنْ خَلْقِك, أو اسْتأثَرتَ بِهِ في عِلْمِ الغَيْبِ عِنْدَكَ: أَنْ تَجْعَلَ القُرآنَ العَظِيمَ رَبيعَ قَلبي, وَنُورَ صَدْرِي, وجلاءَ حُزْنِي, وذهابَ هَمِّي



Maka Allah swt akan hilangkan kesedihan dan kesusahannya itu kemudian Allah swt menggantinya dengan kegembiraan.


HR Ahmad.



4- وكان يعلمهم عند الفزع: «أعوذُ بكلماتِ اللهِ التامةِ من غضبِه وعقابِه وَشَرِّ عبادِه, ومِنْ هَمَزَاتِ الشَّيَاطِينِ, وأعوذُ بِكَ رَبِّ أَنْ يَحْضُرُون» [د, ت].



Rasulullah saw mengajar para sahabat ra apabila ketakutan ;

«أعوذُ بكلماتِ اللهِ التامةِ من غضبِه وعقابِه وَشَرِّ عبادِه, ومِنْ هَمَزَاتِ الشَّيَاطِينِ, وأعوذُ بِكَ رَبِّ أَنْ يَحْضُرُون»


HR Abu Dawud dan at Tirmizi.



5- وقال: «مَا مِنْ أَحَدٍ تُصِيبُه مُصِيبةٌ فَيَقُولُ: إِنَّا للهِ وإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُون, اللَّهُمَّ أجُرْنِي في مُصِيبَتِي واخْلُفْ لِي خَيْرًا منها إلا أَجرَه اللهُ في مُصِيبَتِه, وأَخْلَفَ لَهُ خَيْرًا مِنْهَا» [م].


Baginda saw bersabda: Tiadalah seorang yang ditimpa musibah lalu berkata :


إِنَّا للهِ وإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُون, اللَّهُمَّ أجُرْنِي في مُصِيبَتِي واخْلُفْ لِي خَيْرًا منها


Maka Allah swt akan memberi pahala kepadanya atas musibahnya dan menggantinya dengan sesuatu yang lebih baik.


HR Muslim.



Isnin, 13 Februari 2012

Dunia Terlaknat Kecuali Zikrullah Dan Ilmu

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ يَقُولُ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَقُولُ « أَلاَ إِنَّ الدُّنْيَا مَلْعُونَةٌ مَلْعُونٌ مَا فِيهَا إِلاَّ ذِكْرَ اللَّهِ وَمَا وَالاَهُ وَعَالِمًا أَوْ مُتَعَلِّمًا ». قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ.

Dari Abu Hurairah ra katanya, aku mendengar Rasulullah saw bersabda: “ Ketahuilah bahawa dunia ini semua terlaknat dan terlaknat segala isi kandungnya kecuali ingatkan Allah swt dan apa yang dikasihi Allah swt, orang alim dan penuntut ilmu.

Hadith Riwayat at Tirmizi dan Ibn Majah. At Tirmizi menyebut : Hadith ini hasan gharib.

Syarah:

1- Dunia dan isi kandungnya terlaknat dengan dijauhi dari rahmat dan belas kasihan Allah swt. Ini kerana dialah punca lalai dan lekanya manusia. Maka mereka semakin menjauhi Allah swt kerana kesibukan dengan mencari habuan dunia atau terpesona dangan keseronokan dan terpedaya dengan keindahannya.

2- Zikrul Allah iaitu mengingati Allah dengan hati yang diterjemahkan dengan sebutan lidah dan amalan anggota. Ia adalah tanggungjawab hamba selama dia menerima anugerah nikmat dari Allah swt. Oleh kerana anugerah nikmat itu terus berterusan tanpa putus-putus maka demikianlah ingatkan Allah swt sepatutnya berlansung secara berterusan.

3- Justeru mengingati Allah swt adalah sebaik-baik amal manusia ketika mereka menerima nikmat dunia. Inilah sahaja caranya manusia mengubah nikmat dunia menjadi pahala akhirat. Akhirnya semula aktiviti dunianya adalah ibadat yang mendekatkan dirinya kepada Allah swt.

4- Antara keistimewaan zikrullah adalah ia menolak laknat Allah. Maka kehidupan menjadi berkat, mendapat perkenan Allah swt dan bernaung di bawah rahmat dan belas kasih Allah swt.

5- Kelebihan khusus untuk mereka yang terlibat dalam menghidupkan majlis ilmu iaitu para ilmuan (ulama’) dan juga penuntut ilmu. Majlis ilmu adalah zikrullah yang sebenar atau zikrullah yang paling afdhal. Ini kerana ilmu yang benar boleh menunjuk jalan kepada mengenai Allah swt. Kemucak ilmu adalah takutkan Allah yang mana itulah makna sebenar zikrullah.

6- Seorang alim adalah aset berharga di dunia ini. Kewujudan mereka lebih mahal dari segala harta benda dunia. Keberadaan mereka di sesuatu tempat adalah punca keberkatan dan mengundang rahmat serta menolak laknat dan bala dari Allah. Yang dimaksudkan orang alim bukanlah sekadar berilmu, tetapi berilmu dan beramal atau seorang yang takutkan Allah swt dengan sebab ilmunya.

7- Penuntut ilmu juga memiliki kelebihannya kerana telah memilih jalan yang betul di dalam hidup ini. Dalam kesibukan manusia lain dengan urusan dunia, merekalah yang meneruskan kesinabungan ilmu. Maka dunia terus dalam kebaikan dan keberkatan selagi masih berlansungnya majlis ilmu yamg dijayakan oleh penuntut-penuntu ilmu ini.

Isnin, 6 Februari 2012

Tahzib Sirah Nabawiyyah - al Imam an Nawawi ( 5 ).

Kuda, Binatang Kenderaan dan Senjata.

Nabi saw memiliki beberapa ekor kuda. Kuda pertama Nabi saw ialah as Sakb, seekor kuda yang ada bulu putih di dahi dan tiga kaki kecuali kaki depan kanannya. Iaitu kuda pertama yang digunakan baginda saw untuk berperang. Kuda lain bernama Sabhah yang pernah digunakan untuk berlumba dan terbukti ia mendahului. Juga seekor kuda yang bernama al Murtajiz yang dibeli dari seorang badawi yang diberi perakuan oleh Khuzaimah Bin Thabit.

Sahl Bin Sa’ad ra berkata: Nabi saw memiliki 3 kuda; Lizaz, al Zhorib dan al Luhaif atau al Nuhaif. Lizaz adalah hadiah dari al Muqaiqis, al Luhaif adalah hadiah dari Rabi’ah Bin Abi al Bara’ dan al Zhorib adalah hadiah dari Farwah Bin ‘Amr al Juzami.

Baginda saw juga memiliki seekor kuda yang dinamakan al Ward yang dihadiahkan oleh Tamim al Dariy, kemudiannya Nabi saw menghadiahkannya kepada Umar ra, kemudian diberi Umar kepada seorang lelaki, kemudian didapati ia dijual.

Baginda saw ada memiliki seekor baghal ( kacukan kuda dan keldai ) bernama Doldol, ditunggangnya semasa bermusafir. Baghal ini masih hidup selepas wafat Nabi saw sehingga umur tua dan tiada gigi lagi sehinggakan bijirin gandum makanannya terpaksa dikisar dan akhirnya mati di Yanbu’. Diriwayatkan did ala Tarikh Dimashq bahawa dia masih hidup sehingga di zaman khilafah Ali yang menunggangnya ketika beliau memerangi khawarij.

Unta baginda saw pula bernama al ‘adhba’ yang juga dinamakan al Jada’ dan al Qaswa’. Muhammad Bin Ibrahim al Taimiy dan lainnya berpendapat bahawa ianya adalah tiga nama bagi unta yang sama. Ada juga pendapat menyebut ia adalah tiga unta berlainan. Baginda saw juga memiliki seekor keldai bernama ‘Ufair yang mati ketika haji selamat tinggal. Pernah dalam satu masa Rasulullah saw memiliki 20 ekor unta bersusu dan 100 ekor kambing biri-biri.

Senjatanya pula ialah 3 tombak, 3 pemanah, 3 pedang antaranya Zul Faqar yang diambil dari rampasan perang peperangan Badar. Ia jugalah pedang yang dilihat di dalamnya sebelum peperangan Uhud.[1] Antara Senjatanya juga ialah 2 besi baju besi dan penyangga, anak panah keras dari kayu, bendera hitam segi empat dari kulit harimau betina dan satu bendera kecil berwarna putih. Ada pula berkata warnanya hitam.



[1] Nabi saw melihat di dalam mimpinya bahawa baginda saw menghayung pedang Zulfaqar lalu terputus dadanya. Mimpi ini ditafsirkan dengan gugur syahidnya para sahabat baginda saw dalam peperangan Uhud.

Khamis, 2 Februari 2012

Tahzib Sirah Nabawiyyah - al Imam an Nawawi ( 4 ).

Mu’jizat.

Rasulullah saw memiliki terlalu banyak mu’jizat dan petanda kenabian yang jelas nyata sehingga sampai beribu dan semuanya masyhur. Mu’jizat ini juga semakin banyak dan bertambah ( dengan berlakunya apa yang diberitakan atau dijanjikan Nabi saw ).

1. al Quran, satu mu’jizat yang nyata, hujah yang kukuh, tidak dimasuki sebarang kebatilan dari depan mahupun belakang, anugerah penurunan dari tuhan yang maha bijaksana lagi terpuji. Ia telah terbukti mendatangkan kelemahan kepada para sasterawan arab di zaman puncak seni satera mereka sehingga tiada terdaya untuk mendatangkan surah seumpamanya, sekalipun setelah meminta bantuan dari semua makhluk.

قُل لَّئِنِ اجْتَمَعَتِ الْإِنسُ وَالْجِنُّ عَلَىٰ أَن يَأْتُوا بِمِثْلِ هَٰذَا الْقُرْآنِ لَا يَأْتُونَ بِمِثْلِهِ وَلَوْ كَانَ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ ظَهِيرًا

Maksudnya: “ Katakanlah jika bersepakat manusia dan jin untuk mendatangkan seumpama al Quran, mereka tidak mampu membawa datang seumpanya walaupun sebahagian mereka saling membantu sesame mereka. “ Surah al Isra’ : 88.

Demikianlah al Quran terus mencabar mereka walaupun mereka berhimpun, berkamhiran tinggi dalam sastera dan kuat permusuhan mereka dengan al Quran.

Mu’jizat selain al Quran, terlalu banyak untuk dihintung seperti;

2. Terbelahnya bulan.

3. Mengalir keluar air dari celah jarinya.

4. Bertambah banyaknya air dan makanan.

5. Bertasihnya makanan.

6. Menangisnya pelepah tamar.

7. Batu memberi salam.

8. Kaki kambing yang diracun bercakap.

9. Pokok berjalan ke arah Nabi saw.

10. Dua pokok yang berjauhan tiba-tiba berdekatan dan kemudian berjauhan semula.

11. Kambing biri-biri yang sudah tidak hamil tiba-tiba mengeluarkan susu dengan banyaknya.

12. Baginda saw mengembalikan mata Qatadah bin annu’man ke tempatnya setelah tecabut dalam gengaman tangannya.

13. Baginda saw meludah di mata Ali ra yang sakit maka sembuh serta merta.

14. Baginda saw menggosok kaki Abdullah bin ‘Atik maka sembuh ketika itu juga.

15. Dalam perang Badar, Nabi saw menunjukkan tempat rebah terbunuhnya tentera musuh dan ia sungguh berlaku tanpa berganjak sedikit pun dari tempat yang ditentukan nabi saw.

16. Baginda saw memberitakan bahawa baginda saw sendiri akan membunuh Ubai bin Khalaf.

17. Nabi saw juga memberitakan sebahagian kaumnya yang akan keluar berjihad melalui lautan ( pasukan tentera laut ) yang mana Ummu Haram adalah salah seorang mereka, maka demikianlah benar-benar terjadi.

18. Nabi saw memberita berita gembira bahawa umatnya akan tersebar ke seluruh pelusuk timur dan barat.

19. Harta kekayaan di khazanah istana Kisra akan digunakan oleh umatnya sebagai infaq di jalan Allah,

20. Baginda saw bimbang dengan umatnya yang akan terdedah kepada kemewahan dunia,

21. Khazanah Rum dan Parsi akan menjadi milik umat Islam.

22. Suraqah bin Malik akan dipakaikan dengan gelang Kisra.

23. Cucunya, al Hasan bin Ali ra akan mendamaikan di antara dua kumpulan besar di kalangan kaum muslimin.

24. Saad bin Abi Waqqas pula akan akan hidup sehingga sebahagian mendapat manfaat darinya dan sebahagian lain pula terganggu.

25. Kematian an-Najashi dimaklumlkan baginda saw pada hari itu juga sedangkan beliau mati di Habshah.

26. Berita kematian al Aswad al ‘Anasi dimaklumkan pada malam dia dibunuh sedang dia di Yaman.

27. Bangsa Turki yang mata mereka kecil, hidung mereka kecil, pendek dan lurus.

28. Berita akan dibukanya Yaman, Sham dan Iraq.

29. Makluman bahawa kaum muslimin akan membentuk tiga pasukan perang; di Sham, di Yaman dan Iraq.

30. Kaum muslimin akan membuka Mesir, di suatu daerah yang dinamakan al Qeerat. Mereka diberi pesanan oleh Nabi saw supaya melayan baik mereka kerana mereka ada tanggungjawab tanggungan ( jaminan ) dan tali persaudaraan.

31. Juga berita kedatangan Uwais al Qarni bersama rombongan penduduk Yaman bertemu para sahabat ra. Dia ada penyakit kusta kemudian pulih kecuali sebesar duit dirham. Dia juga datang sekali lagi di zaman Umar ra.

32. Seterusnya berita sekumpulan umatnya akan berkekalan di atas kebenaran.

33. Manusia semakin ramai tetapi Ansar semakin sedikit.

34. Manusia akan terus bertanya sehingga mereka bertanya : “ Allah ini pencipta segala sesuatu, siapa pula yang mencipta Allah ? “.

35. Ruwaifi’ Bin Thabit akan hidup panjang.

36. ‘Ammar Bin Yasir akan dibunuh oleh sekumpulan pelampau ( penceroboh ).

37. Umat ini akan berpecah belah dan berlaku peperangan sesama mereka.

38. Keluarnya api dari bumi Hijaz.

Contoh mu’jizat Nabi saw terlalu banyak. Semuanya berlaku sepertimana yang diberitahu Rasulullah saw secara jelas nyata. Seperti sabdanya kepada Thabit bin Qais: “ Kamu akan hidup terpuji dan mati sabgai seorang syahid “ . Maka hiduplah dia sebagai seorang yang disanjung terpuji dan dia terbunuh syahid di medan Yamamah. Kepada Uthman bin Affan ra baginda bersabda “ Bala yang memeritkan bakal menimpanya “. Kepada seorang yang berjuang sengit di medan perang, tiba-tiba Nabi saw bersabda: “ Dia ini ahli neraka.” Dia ini didapati membunuh diri sendiri.

Apabila Wabishah bin Maabad ra datang ingin bertanyakan tentang kebajikan dan kerja dosa, tiba-tiba Nabi saw bertanya kepadanya: Adakah datang kerana ingin bertanyakan tentang kebajikan dan kerja dosa?. Nabi saw pernah mengarahkan Ali, az Zubair dan al Miqdad: “ Pergilah kamu semua ke Raudhah Khah, di sana ada seorang perempuan di dalam kotak di atas binatang tungangan kerana dia membawa sepucuk surat”. Mereka benar-benar menemui perempuan sebegitu, cuma dia menafikan bersamanya surat sehingga dia dipaksa dan akhirnya mengeluarkannya dari ikatan rambutnya.

Nabi saw pernah memberitahu Abu Hurairah ra ketika syaitan datang mencuri tamar : “ Dia pasti akan kembali “. Dia benar-benar datang kembali. Pernah juga dia memberitahu isteri-isterinya: “ Yang mana tangannya lebih panjang ( suka bersedekah dan berkebajikan ) , dialah yang paling cepat mengikutiku ( selepas kewafatanku ) ”. Maka demikian terjadi. (berlaku kepada Zainab Binti Jahsy ). Begitu juga sabda saw kepada Abdullah bi Salam : Engkau tetap di dalam Islam sehingga mati ”.

Baginda saw berdoa untuk Anas supaya banyak hartanya, ramai anaknya dan panjang umurnya. Demikianlah terjadi apabila Anas berumur lebih 100 tahun, menjadi ansar terkaya, anak lelakinya yang sudah di kuburan sebelum kedatangan al Hajjaj ialah 120 orang tidak termasuk yang lain lagi seperti yang direkodkan oleh Imam al Bukhari dan lainnya. Nabi saw juga berdoa supaya Allah menguatkan Islam melalui Umar bin al Khattab atau Abu Jahal. Maka Allah swt memperteguhkan agama Islam melalui Umar ra.

Nabi saw berdoa ke Suarqah Bin Malik, maka kudanya terpelusuk ke dalam tanah yang keras ( bukan tempat lembut berpasir ) dan kaki-kakinya tengelam di dalam tanah sehingga dia memohon supaya diberi aman dan agar Nabi saw berdoa untuk kebaikannya. Nabi Saw juga pernah berdoa untuk Ali ra supaya dia tidak terasa panas dan sejuk, maka dia tidak merasa kepanasan atau kesejukan. Juga baginda saw berdoa untuk Huzaifah ra agar tidak kesejukan di malam dia diutus merisik berita tentera al Ahzab, maka dia tidak kesejukan sehingga selamat pulang. Baginda saw berdoa supaya Abdullah Bin Abbas menjadi seorang yang faqih dalam agama, maka demikian akhirnya dia menjadi seorang yang faqih.

Nabi saw berdoa supaya Utbah Bin Abu Jahal dihukum Allah dengan serangan anjingnya, maka dia terbunuh dimakan singa di al Zarqa’. Nabi saw berdoa supaya diturunkan hujan ketika penduduk Mekah meminta demikian, sedangkan ketika itu tidak ada sedikitpun awan di langit, maka turunlah hujan sehingga ke jumaat seterusnya. Mereka pula datang supaya dihentikan maka sekali lagi Nabi saw berdoa sehingga mereka boleh berjalan di bawah terik matahari. Baginda bedoa agar diberkati untuk Abu Talhah dan Ummu Sulaim pada malam keduanya maka demikianlah terjadi. Ummu Sulaim mengandung dan melahirkan Abdullah. Abdullah ada Sembilan anak lelaki kesemuanya ulama’.

Baginda saw juga berdoa supaya islamnya ibu Abu Hurairah. Apabila Abu Hurairah pulang ke rumah, dia dapati ibunya telah mandi dan menganut Islam. Pernah baginda saw berdoa agar dipanjangkan umur Ummi Qais Binti Mihshan adik beradik Ukashah sehingga dikatakan : “ kami tidak pernah tahu seorang perempuan yang dipanjangkan umur seperti umur Ummu Qais sebagaimana diriwayatkan oleh Imam an Nasaie dalam bab memandikan mayat.

Nabi saw melontar segenggam tanah ke arah tentera kuffar di dalam peperangan Hunain sambil bersabda : “ Buruklah wajah-wajah ( kuffar )”. Maka Allah kalahkan tentera kuffar dengan mata mereka dipenuhi tanah. Sebagaimana yang pernah berlaku ketika Nabi saw boleh keluar dari rumah dengan selamatnya sedangkan lebih 100 orang kafir Quraish menunggu untuk melakukan sesuatu yang buruk kepadanya. Nabi saw meletak tanah di atas kepala mereka dan berlalu tanpa mereka melihatnya.